• Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

Panggung Sandiwara 

aku adalah aku
dia adalah dia
semua gak bisa dcampur adukan
kecuali dengan seijin-Nya
kun faya kun
maka kan terjadi

aku, dia dan mereka
mata diciptakan untuk melihat
telinga diciptakan untuk mendengar
mulut diciptakan untuk berbicara
hati diciptakan untuk penunjuk arah
ketika kesombongan mulai bergejolak di otak manusia
maka smua itu tak akan singkron dengan apa yang diharapkan

aku seperti dia
dia meniru aku
seperti ini lah panggung sandiwara kehidupan
ceritanya selalu berubah mengikuti situasi dan kondisi

ada yang bilang :
=> “Ular berkepala dua.”
=> “Buruk muka cermin dibelah.”
=> “Kalah jadi abu, menang jadi arang.”
=> “Kuah tercucur ke nasi, nasi akan dimakan juga.”
=> “Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai.”
=> “Main api hangus, main air basah.”
=> “Padi ditanam tumbuh lalang.”
=> “Ilmu padi, makin berisi, makin merunduk.”
apakah benar salah satu atau banyak ada didalam diri kita, hanya kita dan Dia yang tau

sampai kapan kita terjebak dalam cerita yang bukan peran kita
atau memang sudah ditakdirkan
hidup memang pilihan
benar atau salah
benar di mata kita atau Dia
salah di mata kita atau Dia
tidak baik memaksakan kehendak kita atau egois sekali

banyak dampak negatif akibat keEGOISan manusia
mulai dari lingkungan, persaudaraaan, dLL yang menjadi rusak akibat darinya

harus kah Dia memberikan peringatan terakhir kepadanya agar tak adaperingatan berikutnya
sudah siap kah kita diberikan peringatan terakhir ???
temukan jawabannya dalam hati kita………….
see u next time ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: